Sudah mencoba restoran seafood
Raja Rasa di Bandung?? Kalau sudah dan setuju dengan gue, Raja Rasa memang rajanya!! Rasa yang ciamik membuat restoran seafood ini ada diurutan nomor satu (menurut gue). Harganya jangan tanya, sekali masuk bisa bikin tongpes heheheh
Versi premium Raja Rasa adalah restoran/cafe eh lebih tepatnya sih kaki lima HDL 293. Mereka mengklaim dirinya cafe jadi ya sutra lah kita sebut saja Cafe HDL 239. HDL kepanjangan dari apa sampe hari ini gue belum tau dan ga pernah nanya pula.
Rasanya masih kalah dengan Raja Rasa tapi beda tipis lah. Giliran harganya yang jauh bumi dan langit! (hiperbola). Makanya setiap berkunjung kesana hanya sekali dua kali yang gue bisa langsung duduk manis dan order. Biasanya harus berdiri sekian menit sambil culang cileung mencari spot yang siap-siap ditinggalkan. Seperti tadi malam, gue harus nunggu lima menitan demi kosongnya bangku dan meja. Week day kayak gini pake acara waiting list, kebayang dong kalo week end???!!!
HDL 293 gue temukan sejak jaman gue kuliah dan tadi malam masih tetep gue datangi. Gue ga pernah bosen walau tahun ke tahunnya jarang ada menu baru tapi rasanya selalu dahsyat tidak pernah berubah! Menu cukup bervariasi, kangkung cah hotplate sampai kangkung cah komplit berisi seafood, daging, dan telor, udang masak mentega sampai udang rica-rica, bawal, kepiting, kerang, kakap, cumi, semua ada. Tinggal pilih mau yang mana dan masak gimana. Cara menghidangkannya rata-rata pake hotplate dimana asap dan bumbu yang memericik kemana-mana membuat heboh. Inilah seninya makan seafood di HDL 293.
Keluarga, teman, bahkan kolega selalu gue ajak kesini. Terakhir pasangan
Bunda Ida and
Bapak Mbot and pasangan
Kang Bayu and
Ade, gue minta jajal. Hasilnya so far so guuuuddd, rata-rata sih puas dengan rasa pun harga.
Yah intinya si, tempat ini gue rekomendasikan untuk dikunjungi dan dijajal, tentu bagi yang tidak takut dengan masakan dengan lautan minyak, lemak, dan makanan berkolesterol tinggi.
Nah, tadi malam gue kesana lagi bersama matahari yang seharian kemaren keliatan hectic berats. Karena gandengan gue ukuran jumbo, tentu pemesanan makan pun ikutan jumbo, dengan dua macam lauk (kangkung cah komplit and udang goreng saos mentega) ditambah tiga piring nasi putih (GUE CUMA SEPIRING YA! :D), dua botol teh sosro and satu gelas es teh manis baru dikatakan cukup. Waktunya bayar, gue harus menyerahkan uang sebesar tujuh puluh ribu rupiah (udah minta diskon serebu perak dari yang asalnya 71rb), gue jadi kaget. Kok ya makan berdua habisnya lumayan banyak. Terakhir makan hanya berdua beberapa bulan lalu cukup dengan 45-50rb dengan menu dan quantity yang sama (karena dia ga doyan ikan jadi menunya udang and kangkung aja). Kenaikan harga jadinya kerasa banget, 40 persen bo!! Huh deh!! Gue anggep wajar kalau bahan baku harganya naik tapi kok total jendral makan jadinya mahal.
Jadi gue kasih bintang empat aja, Coba kalo harganya tetep gue kasih bintang lima deeee....
gambar kangkung cah yang masih ngepul dari sini